Hukum Perdata

Faktor Penyebab Terjadinya Wanprestasi

Salam bro…

Pada artikel sebelumnya kita sudah bahas mengenai apa itu wanprestasi, kapan seseorang boleh dikatakan wanprestasi, persamaan dan perbedaan wanprestasi dengan perbuatan melawan hukum (PMH) dan…dan… apa lagi ya….hehe

Nah sekarang kita pengen ngomongin masalah penyebab terjadinya wanprestasi.

Soalnya adanya wanprestasi dalam suatu perjanjian pasti tidak terlepas dari faktor-faktor yang menyebabkannya.

Apa aja sih kira-kira yang faktor-faktor penyebabnya bisa terjadi wanprestasi?

Apakah dalam kondisi apapun pelaku wanprestasi bisa kena sanksi atau hukuman?

Coba kita simak pendapat pakar hukum Subekti (1979: 55) yang menyatakan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya wanprestasi adalah sebagai berikut:

1. Adanya Kelalaian Debitur

Dalam suatu perjanjian biasanya terdapat hak-hak dan juga kewajiban masing-masing pihak. Apabila kewajiban-kewajiban tersebut tidak dilaksanakan, maka pihak tersebut dianggap lalai. Dari segi macam-macam hal yang diperjanjikan, kewajiban debitur pada pokoknya ada tiga macam:

  • Kewajiban untuk memberikan sesuatu yang telah dijanjikan;
  • Kewajiban untuk melakukan suatu perbuatan;
  • Kewajiban untuk tidak melaksanakan suatu perbuatan.

2. Adanyanya Keadaan Yang Memaksa (overmacht)

Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (overmacht) adalah keadaan debitur yang tidak melaksanakan apa yang dijanjikan disebabkan oleh hal yang sama sekali tidak dapat diduga, dan dimana ia tidak dapat berbuat apa-apa terhadap keadaan atau peristiwa yang timbul diluar dugaan tadi. Dengan kata lain, tidak terlaksananya perjanjian atau keterlambatan dalam pelaksanaan itu bukanlah disebabkan karena kelalaiannya, ia tidak dapat dikatakan salah atau alpa, dan orang yang tidak bersalah tidak boleh dijatuhi sanksi yang diancamkan atas kelalaiannya.

Nah, dari keterangan di atas, kalau boleh saya simpulkan bahwa penyebab adanya wanprestasi itu adalah faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yang saya maksud adalah dari diri pribadi si pelaku wanprestasi itu sendiri, karena dalam suatu perjanjian tidak ada yang harus mematuhinya kecuali para pihak yang dengan kemauannya sendiri tanpa paksaan siapa pun telah mengikatkan diri dalam suatu perjanjian atau akad. Sehingga tingkat kepatuhan terhadap isi perjanjian itu sendiri lah yang sangat berperan dalam hal bisa atau tidaknya wanprestasi terjadi. Karena kemungkinan wanprestasi itu bisa terjadi kalau pihak tersebut tidak melaksanakan kewajibannya, atau melaksanakan kewajibannya tapi tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan, atau bisa juga melaksanakan kewajibannya tapi sudah lewat waktu atau tidak sesuai dengan waktu yang diperjanjikan.

Baca Juga:  Apa sih Wanprestasi itu? Ini Kata Pakarnya

Kalau faktor eksternal sudah jelas, faktor di luar kendali pihak yang wanprestasi. Sebagai contoh jika terjadi bencana alam, suatu jalan terputus aksesnya atau terisolir. Sedangkan satu pihak berkewajiban mengirimkan kebutuhan bahan baku pokok kepada suatu perusahaan, sehingga terhalanglah pihak pengirim tadi untuk mengirimkan bahan baku pokok ke pihak perusahaan tadi. Akibatnya sudah beberapa hari perusahaan tersebut tidak dapat beroperasi karena ketiadaan pasokan bahan baku produksi.

Nah, gambaran kondisi di atas, merupakan salah satu contoh faktor eksternal yang saya maksud. dengan kata lain terpaksa ia tidak bisa melakukan kewajibannya bukan karena keinginan ia sendiri melainkan faktor alam yakni putusnya akses jalan yang tidak bisa dilalui sehingga perlu waktu untuk dapat memenuhi kewajibannya.

Keadaan seperti ini sering kali terjadi, sehingga banyak kasus di pengadilan meminta pengadilan memutuskan seseorang atau pihak tertentu telah berbuat wanprestasi.

Dengan mengetahui dan memahami faktor penyebab wanprestasi inilah hakim mampu memeriksa perkara dengan baik. Karena bisa melihat dengan seksama apakah kelalaian pihak yang digugat karena cidera janji tersebut benar-benar melakukan wanprestasi atas dasar itikad tidak baik atau karena terpaksa. Sehingga mampu memutus dengan adil dan bijaksana.

Gimana…faham ga?

Saya aja bingung…hehe

Semoga bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close