Tuntutan atau Gugatan Atas Dasar Wanprestasi

0
63

Dalam suatu perjanjian sudah menjadi berita umum kalau ada saja “oknum” pihak yang telah mengikatkan diri dalam suatu perjanjian atau perikatan suatu kesepakatan tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana yang telah disepakati bersama. Hal ini sudah barang tentu mengakibatkan kerugian pada pihak lain yang ikut serta dalam perjanjian atau kesepakatan tersebut karena haknya terganggu atau bahkan terabaikan. Oleh karena itu, maka logis apabila pihak yang merasa dirugikan kemudian menuntut pihak yang tidak melaksanakan kewajiban sesuai kesepakatan (melakukan wanprestasi) tersebut, semata-mata agar haknya dapat dipenuhi.

Lalu, bagaimana mekanisme tuntutan atau gugatan atas dasar wanprestasi tersebut?

Mekanisme Tuntutan atau Gugatan atas Dasar Wanprestasi

Dalam hal tuntutan atas dasar wanprestasi, KUH Perdata telah mengatur tentang jangka waktu, perhitungan ganti rugi yang dapat dituntut, serta jenis dan jumlah ganti rugi yang dapat dituntut dalam wanprestasi.

Jangka Waktu Tuntutan atas Dasar Wanprestasi

Dalam menuntut ganti rugi atas dasar wanprestasi memiliki ketentuan waktu kapan tuntutan itu bisa dilakukan.

Jangka waktu penuntutan penuntutan ganti rugi terhadap pihak yang wanprestasi adalah dimulai sejak tidak memenuhi kewajibannya dan telah dinyatakan lalai atas tindakannya itu, dan setelah dinyatakan lalai, ia tetap saja tidak mau memenuhi kewajibannya atau jika seharusnya ia telah melakukan kewajibannya sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan bersama, namun kemudian ia telah melampaui waktu yang telah ditentukan (Pasal 1243 KUH Perdata).

Jenis Ganti Rugi Yang Dapat Dituntut

Dalam kasus gugatan ganti rugi atas dasar wanprestasi, tidak semua jenis ganti rugi dapat dituntut karena dalam KUH Perdata telah mengatur apa saja yang dapat dituntu oleh pihak yang merasa dirugikan akibat dari pihak lain yang wanprestasi. Adapun jenis ganti rugi yang dapat dituntut dengan sebab pihak lain wanprestasi adalah sebagai berikut:[1]

  1. Kerugian yang telah dideritanya, yaitu berupa biaya-biaya dan kerugian;
  2. Keuntungan yang seandainya akan diperoleh (Pasal 1246 KUH Perdata), ini ditunjukan pada bunga-bunga.
Baca Juga:  Pengertian Wanprestasi

Sedangkan dalam menentukan perhitungan dan jumlah ganti rugi yang dapat dituntut tetap mengacu pada jenis ganti rugi yang dapat dituntut, yakni meliputi biaya-biaya yang real telah dikeluarkan dan kerugian lain yang nyata telah dialami akibat timbulnya wanprestasi, serta bunga-bunga yang telah diperitungkan sebelumnya.

——————————-

Sumber/Referensi:

[1] Satrio, Hukum Perikatan (Perikatan Pada Umumnya),(Bandung: Alumni, 1999), hlm. 101.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here