Pengertian Pembuktian

0
52

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pembuktian berasal dari kata dasar bukti (dalam bahasa Inggris: evidentiary; dalam bahasa Belanda: bewijs) yang berarti keterangan nyata; sesuatu yang menyatakan kebenaran suatu peristiwa.

Beberapa pakar hukum memberikan definisi tentang pembuktian, yaitu diantaranya:

  1. Prof. Dr. Supomo: “Pembuktian mempunyai arti luas dan arti terbatas. Didalam arti luas membuktikan berarti memperkuat kesimpulan hakim dengan syarat-syarat bukti yang syah. Di dalam arti terbatas membuktikan hanya diperlukan apabila yang dikemukakan oleh penggugat dibantah oleh Tergugat. Apabila yang tidak dibantah itu tidak perlu dibuktikan. Kebenaran dari apa yang tidak dibantah tidak perlu dibuktikan”.
  2. Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, S.H.: “Membuktikan mengandung beberapa pengertian logis, konvensional dan yuridis. Membuktian dalam arti logis adalah memberikan kepastian yang bersifat mutlak, karena berlaku bagi setiap orang dan tidak memungkinkan adanya bukti lawan. Untuk membuktikan dalam arti konvensional, di sini pun membuktikan berarti juga memberi kepastian, hanya saja bukan kepastian mutlak, melainkan kepastian nisbi atau relatif sifatnya. Dan membuktikan dalam arti yuridis tidak lain berarti memberi dasar yang cukup kepada hakim yang memeriksa perkara yang bersangkutan guna memberi kepastian tentang kebenaran peristiwa yang diajukan.
  3. Prof. R. Subekti, S.H.: “Membuktikan ialah meyakinkan hakim tentang kebenaran dalil atau dalil-dalil yang dikemukakan dalam suatu persengketaan”
  4. M. Yahya Harahap, S.H.: “Pembuktian dalam arti luas adalah kemampuan Penggugat dan/atau Tergugat memanfaatkan hukum pembuktian untuk mendukung dan membenarkan hubungan hukum dan peristiwa-peristiwa yang didalilkan (oleh Penggugat) atau dibantah (oleh Tergugat) dalam hubungan hukum yang diperkarakan. Dalam arti sempit, pembuktian hanya diperlukan sepanjang mengenai hal-hal yang dibantah atau hal yang masih disengketakan atau hanya sepanjang yang menjadi perselisihan diantara para pihak”.
  5. Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP., M.Hum.: “Pembuktian adalah upaya para pihak yang berpekara untuk meyakinkan hakim akan kebenaran peristiwa atau kejadian yang diajukan oleh para pihak yang bersengketa dengan alat-alat bukti yang telah ditetapkan oleh undang-undang”.
Baca Juga:  Akibat Adanya Wanprestasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here